Beranda Bisnis Warga Sinarmukti Baros Sulap Gunung Sampah Jadi Taman Wisata; Masuk Rp3000 Bonus...

Warga Sinarmukti Baros Sulap Gunung Sampah Jadi Taman Wisata; Masuk Rp3000 Bonus WiFi Gratis

0
BERBAGI
Areal Taman Terpadoe, Kampung Koela, di Desa Sinarmukti, Kec. Baros, Kab.Serang/OKI, Lensametro

BANTEN; LENSAMETRO- Gundukan sampah yang dulu menggunung di lokasi ini. Tepatnya di Desa Sinarmukti, Kecamatan Baros, Kabupaten Serang berubah total.

Di tangan dingin sang Kepala Desa (Kades) setempat, lokasi ini kini menjadi tempat destinasi yang indah dan alami. Gundukan sampah disulap menjadi taman wisata.

Taman tersebut diberinama Taman Terpadoe, Kampung Koela yang terletak di perbatasan Kabupaten Serang dan Kabupaten Pandeglang.

Pantauan wisata lensametro.com, taman yang berdiri di atas lahan sekitar 500 meter persegi di Kampung Sinarmukti, Desa Sinarmukti, Kecamatan Baros di hiasi warna-warni cat bak pelangi. Berbagai macam bunga berjejer indah gak kalah dengan tanan bunga yang ada di wilayah Jawa Barat. Selain itu, juga terdapat  tanaman cabai yang menambah keasrian tempatnya.

Taman Terpadoe, Kampung Koela di Desa Sinarmukti, Kec Baros, Kab Serang/OKI, Lensametro

Di sudut taman terdapat beberapa pohon berukuran besar yang menjulang tinggi memberikan kesejukan suasana taman.

Berdiri pula di pojok kanan taman sebuah bangunan pondok terbuat dari susunan kayu dengan atapnya terbuat dari helaian jerami. Tentu menambah kesan alam.

Kepala Desa Sinar Mukti, M Darso menjelaskan, bahwa sebelum menjadi sebuah taman bermain, lahan tersebut digunakan warga sebagai tempat pembuangan sampah.

“Sudah berlangsung puluhan tahun di lahan ini dijadikan tempat pembuangan sampah,”  ujar M Darso saat ditemui di lokasi pada Sabtu (31/10/2020).

Menurut Darso, ide untuk membangun tempat tersebut menjadi taman yang indah berawal dari adanya program Lomba Kampung Bersih dan Aman (LKBA)l yang diselenggarakan oleh pihak pemerintahan daerah (Pemkab) kabupaten Serang, Polda Banten, Korem 064/Maulana Yusuf Banten.

Pada saat itu, desanya mendapatkan urutan terakhir bahkan tim penilaipun enggan turun karena bau sampah yang mengendap.

“Alhamdulillah, masyarakat desa menyambut dengan baik. Terbukti gundukan sampah yang sudah puluhan tahun tersebut kita lakukan secara gotong royong. Lihatlah kini lokasi ini malah jadi tempat destinasi,” ungkapnya.

Awal Taman Terpadoe, Kampung Koela Berdiri

Taman ini berdiri efek dari lomba kampung bersih yang menjadi urutan terakhir lantaran bau tak sedap di kampung tersebut karena sampah.

Sehingga warga bergotong royong melakukan berbagai cara dibawah kendali Kades setempat pada Juli 2020 yang lalu.

Salah seorang warga Sinar Mukti Acuy menuturkan,  dengan adanya perubahan seperti ini masyarakat lebih aktif berkumpul di taman ini dan sudah mulai banyak dikunjungi wisatawan. Baik lokasl maupun dari luar Kecamatan Baros.

“Dulu itu sebelum di bikin taman, tempat ini terlihat angker, karena gelap, banyak sampah dan pohon-pohon rindang pun tidak tertata dengan rapi,” jelasnya.

Penampakan sampah sebelum Taman Berdiri/Ist

Lanjutnya, masyarakat bergotong royong bersama menjadikan gundukan sampah menjadi sebuah taman yang indah.

“kita mulai melakukan pengerukan itu sekitar bulan Juli, Itu menurunkan 5 mobil truk sampah. Meski belum maksimal terlihat rapi, setidaknya sudah keliatan bentukkan dari taman ini,” tukasnya

Kini Taman tersebut telah dibuka untuk masyarakat umum dan hanya dipungut Rp3000.

Pengunjung juga bisa menikmati jaringan WiFi gratis sambil berdistinasi. (oq/joe)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here