Beranda Politik 20 Tahun Provinsi Banten, Ini PR Buat WH – Andika di Sektor Pendidikan

20 Tahun Provinsi Banten, Ini PR Buat WH – Andika di Sektor Pendidikan

0
BERBAGI
TB Khatibul Umam, Ketua Fraksi Golkar DPRD Pandeglang/OKI, Lensametro

PANDEGLANG; LENSAMETRO- Ketua Fraksi Partai Golkar Kabupaten Pandeglang TB. A Khotibul Umam menegaskan, banyak Pekerjaan Rumah (PR) yang harus dituntaskan pemerintahan Wahidin Halim (WH) – Andika Hazrumy di usia Banten ke 20 tahun.

“PR terbesar pemerintahan WH-Andhika terletak pada bidang sosial dan pendidikan,” ujar Khotibul Umam, Senin (5/10/2020).

Baca Juga ; Mahasiswa Bentrok dengan Polisi di Hari Jadi Banten ke-20

Menurut Umam, di bidang sosial, WH-Andika harus memastikan efektifitas penggunaan dana sosial baik dari pusat maupun provinsi oleh masyarakat.

“WH-Andika harus menurunkan jumlah kemiskinan dengan mengawal dan memastikan program sosial dari pusat dan provinsi digunakan secara efektif oleh masyarakat,” u tukasnya.

Selain program sosial, lanjut Umam di sektor pendidikan merupakan yang krusial dan mesti diberikan perhatian lebih.

Baca Juga ; HUT Banten ke-20; Pemakaman Khusus Warga Terpapar Covid-19 Dibangun

“Harus memperhatikan infrastruktur pendidikan, memberikan pelatihan untuk guru-guru agar berkualitas, dan memberikan kesempatan belajar bagi yg tidak mampu sampai ke jenjang yang lebih tinggi,” tukasnya.

Sementara, Pengamat Kebijakan Publik Banten Uday Suhada menyebut, tidak ada keseriusan Pemprov Banten di masa kepemimpinan WH-Andika dalam sektor sosial dan pendidikan.

“Dalam sektor sosial dan pendidikan saya kira tidak serius dan terkesan main-main. Dulu bilangnya akan dibangun 150 unit baru SMA/SMK di Banten, tapi nyatanya sudah 3 tahun jepemimpinan mereka baru 25 persen yang sudah dibangun,” papar Uday.

Baca Juga ; Gegara Klaim Jalan Mulus, ALIPP Tantang; Pemkab Pandeglang

Ia menambahkan, tujuan memisahkan dirinya Banten dari Jawa Barat adalah untuk kemajuan daerah Bante. Tapi nyatanya, terang Uday  yang janji WH- Andika yang akan membangun tempat baca di setiap kecamatan di Provinsi Banten tidak terbukti. “Tidak ada kesesuaian antara perencanaan dan janji dengan realita. (oq/joe)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here