Beranda Peristiwa Gerakan Rakyat Anti Kemaksiatan Geruduk Kantor Wali Kota Cilegon

Gerakan Rakyat Anti Kemaksiatan Geruduk Kantor Wali Kota Cilegon

0
BERBAGI

CILEGON; LENSAMETRO – Sebanyak 75 Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) yang menamakan perkumpulannya sebagai Gerakan Rakyat Anti Kemaksiatan (GEBRAK) merasa resah dengan adanya aktivitas tidak sepantasnya yang kerap sering terjadi di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Kota Cilegon. Oleh karena itu, pihaknya hendak melayangkan surat permohonan audiensi kepada Wali Kota Cilegon Edi Ariadi, Kamis, 17 September 2020.

“Jadi, masyarakat yang ada di sekitaran jalan lingkar selatan, bersama-sama menggunakan wadah DKM. Awalnya cuma di sepanjang jalan lingkar yang berlokasi di Kramatwatu, Waringin Kurung, Kecamatan Cilegon dan Cibeber, awalnya itu saja,” kata Ketua DKM Baitul Mutakin, Ferdi Raihan saat ditemui di Kantor Wali Kota Cilegon.

Namun, lanjut Ferdi, ternyata lokasinya berkembang hingga sampai ke pusat Kota Cilegon, sehingga masyarakat merasakan keresahan yang sama karena aktivitas tersebut.

“Jadi masyarakat nih, pengen menemui pemimpinnya, bagaimana nih kondisinya tentang lingkar selatan yang menurut kami sudah sangat parah sekali. Kalau dulu kami bawa anak dan istri untuk berkuliner di wilayah itu masih berani, tapi sekarang diatas waktu Isya itu kami cuma lewat kesana aja sudah sangat khawatir,” ungkapnya.

Ia juga menuturkan, dari seluruh DKM yang tergabung, pihaknya berhasil mengumpulkan 2.600 tandatangan dari jamaahnya. Dikatakan Ferdi, tandatangan tersebut sebagai petisi guna menyampaikan aspirasi masyarakat yang menginginkan penutupan tempat maksiat yang berada di sekitar JLS tersebut.

“Nah, sekarang kami mau antar nih petisinya ke pak Wali. Karena kami kan namanya masyarakat kecil tidak mau ada hal-hal yang sifatnya bukan kapasitas kami, misalnya aksi atau turun ke jalan gitu, kami ga mau melakukan hal-hal demikian. Makanya, kami lewat petisi saja, meminta responnya dari pak Wali untuk bisa beraudiensi,” tuturnya.

Ia juga berharap, Wali Kota Cilegon Edi Ariadi dapat merespon baik surat permohonan audiensi tersebut.

“Harapian kami mengirimkan petisi ini, mudah-mudahan dari pak Wali itu merespon untuk beraudiensi dengan kami, dan waktunya kapan nanti kami minta dari beliau, hari ini kami mengantarkan dulu surat permohonan kami supaya bisa beraudiensi dengan beliau,” pungkasnya.(Fir/zie)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here