Beranda Metropolitan Aduh, Sudah 25 Pabrik Hengkang dari Banten, Efek PSBB?

Aduh, Sudah 25 Pabrik Hengkang dari Banten, Efek PSBB?

0
BERBAGI
ilustrasi/lensametro

BANTEN; LENSAMETRO- Puluhan perusahaan padat karya di hengkang dari Provinsi Banten. Demikian disampaikan anggota DPRD Provinsi Banten Muhlis.

Muhlis mengungkapkan, puluhan pabrik yang hengkang dari Provinsi Banten tersebut yakni berasal dari pabrik padat karya seperti pabrik sepatu yang berada di wilayah Kabupaten Tangerang.

“Sejauh ini sudah ada 25 pabrik padat karya yang memindahkan pabriknya dari Banten ke Jawa Tengah, diantaranya pabrik sepatu,” ujar Muhlis kepada lensametro.com, Senin (27/07/2020).

Terang Muhlis, banyaknya pabrik yang hengkang dari Banten disebabkan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) yang tinggi dibandingkan di wilayah lainnya seperti di Jawa Tengah. “Beberapa waktu lalu, kami sempat meninjau salah satu pabrik sepatu di Tangerang. Alasan pemindahan produksi lantaran UMK di Jawa Tengah masih rendah di Bandingkan di wilayah Banten. Khususnya di Tangerang,” tukas Muhlis.

Perlu diketahui, UMK di wilayah Provinsi Jawa Tengah berkisar antara Rp1,7 juta hingga Rp2,7 juta. Sedangkan UMK di Provinsi Banten tahun 2020 yakni terendah Rp2,7 hingga Rp4,2 juta per bulan.

Baca Juga : Persiapan New Normal Di Tangerang Disambut Gelombang PHK

“Khususnya di Tangerang Raya sudah empat juta lebih per bulan. itulah yang jadi pemicu banyaknya pabrik pindah,” tukas Ketua Fraksi PDIP ini.

Sebelumnya diberitakan, Gubernur Banten Wahidin Halim sudah jauh jauh hari telah mengimbau agar warga di luar daerah jangan mencari pekerjaan di banten. Lantaran lowongan pekerjaan sudah minim.

“Jangan mencari kerja di Banten. Saat ini Banten sedang sulit lowongan kerja,” tegas Gubernur WH, Kamis (28/05/2020).

Baca Juga : Pak Gubernur WH Imbau Pencari Kerja Jangan Datang ke Banten

Sementara itu, meskipun sudah mulai dilonggarkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masih berlangsung di Banten sampai 8 Agustus 2020. PSBB tersebut kembali dilanjut di wilayah Tangerang Raya untuk jilid ke 7 atau terhitung 98 hari sejak diberlakukan. (joe)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here