Beranda Kab Tangerang Dewan Tangerang Sebut PSBB Dilanjut Bikin Ekonomi Bangkrut

Dewan Tangerang Sebut PSBB Dilanjut Bikin Ekonomi Bangkrut

0
BERBAGI
Ahmad Supriadi, anggota DPRD Kab Tangerang/ist

TANGERANG; LENSAMETRO- Anggota DPRD Kabupaten Tangerang angkat bicara terkait Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang terus di Tangerang Raya. Khususnya Kabupaten Tangerang oleh Gubernur Banten Wahidin Halim (WH).

“PSBB terus diperpanjang menciptakan kebangkrutan ekonomi,” ujar Ahmad Supriadi, Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Tangerang, Kamis (16/07/2020).

Kata Ahmad, sikap Gubernur Banten yang terus memperpanjang PBB karena tidak suka dengan kata new normal.

“Wajar PSBB terus diperpanjang, karena WH memang tidak suka dengan new normal,” ketusnya.

Baca Juga : Begini Curcol Gubernur Banten di Rapat Evaluasi PSBB Tangerang Raya

Menurut Ahmad, PSBB merupakan sebagai jalan tengah. Karena banyak kelompok yang menghendaki lockdown. Sedangkan, indikasi yang mengehendaki lockdown adalah oknum-oknum yang menginginkan Indonesia mengalami kekacauan dalam urusan ekonomi dan sosial.

“Dengan kata lain, pendukung PSBB yang adalah pendukung lockdown karena tidak punya pilihan,” tukas Sekretaris Fraksi PDIP ini.

Lanjut Ahmad, jika di flashback secara historis, adanya PSBB sebagai jalan tengah supaya tidak terjadi lockdown. Sehingga para oknum yang begitu menginginkan lockdown akhirnya harus menerima PSBB.

Baca Juga : Dewan Sebut PSBB di Tangerang Mirip Sinetron Tak Tamat-Tamat

“PSBB di Tangerang Raya terus diperpanjang seperti ini harus diwaspadai, bahwa hal ini dapat saja diduga adanya muatan politis untuk menciptakan gejolak sosial dan ekonomi itu.

Anggota DPRD dua periode ini menegaskan, tidak ada data secara empiris, akademik maupun secara klinis akibat PSBB covid-19 menjadi berkurang atu nihil.

Perlu diketahui PSBB di wilayah Tangerang Raya meliputi Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan terus diperpanjang oleh Gubernur Banten. (joe)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here