Beranda Metropolitan Mahasiswa Hadiahi Lemparan Telur Busuk ke Gedung Dinkes Pandeglang

Mahasiswa Hadiahi Lemparan Telur Busuk ke Gedung Dinkes Pandeglang

0
BERBAGI

PANDEGLANG; LENSAMETRO – Sejumlah Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Relawan Kemanusiaan Pandeglang unjuk rasa di depan gedung DPRD dan Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang, (17/06/2020).

Dalam aksinya, mahasiswa menuding bobroknya pelayanan kesehatan di Kabupaten Pandeglang.

Aksi sempat memenas ketika mahasiswa melakukan pelemparan telur ke gedung Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pandeglang.

Koordinator Aksi, Masnun mengatakan, aksi yang digelar dalam upaya kontrol sosial terhadap pelayanan kesehatan di Kabupaten Pandeglang yang bobrok.

“Pekab Pandeglang terkesan tidak serius dalam memaksimalkan pelayanan kesehatan,  dan juga tidak bertanggung jawab atas nasib masyarakat miskin yang mengidap penyakit kronis,” ujar Masnun dalam orasinya.

Masnun mengungkapkah, salah satu contoh kegagalan pelayanan kesehatan yakni salah satu bocah bernama Ilham, asal Mandalawangi  harus dirawat di luar daerah. Pun warga miskin lainnya.

Baca Juga : Keluarga Bocah Pengidap Wilms Tumor di Mandalawangi Pandeglang Kena Prank Dinsos

“Contohnya pasien miskin harus dirawat di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, RSAB Harapan Kita tidak mendapatkan pendampingan secara maksimal baik pendampingan medis, tranportasi (ambulance) dan rumah singgah,” ketusnya.

Selain itu, keluarga pasien dibuat sakit ketika harus memikirkan ongkos, biaya hidup dan tempat menetap selama proses perawatan.

Lanjut Masnun, bobroknya pelayanan kesehatan sering dikeluhkan oleh masyarakat. Disebabkan tidak lengkapnya fasilitas kesehatan dan berbelit-belitnya birokrasi yang harus ditempuh.

Baca Juga : Memang Sih, Bocah Penderita Tumor Wilm Pernah Dibantu Bupati Pandeglang Rp500 Ribu

“Buruknya pelayanan kesehatan dan tidak seriusnya pemerintah untuk membenahi ini diduga bahwa Pemkab Pandeglang tidak profesional menempatkan jabatan Kepala Dinas.  Serta sarat nepotisme dan kongkalingkong antara eksekutif dan legislatif,” tukasnya.

Salah satu orator aksi, Sibro Milsi menambahkan diduga adanya prilaku nepotisme menjadi penyebab buruknya pelayanan kesehatan.

Baca Juga : Hak Jawab: Keberatan Pemkab Pandeglang atas Berita Lensa Metro Soal Bocah Pengidap Tumor

“Kepala Dinas Kesehatan tidak memiliki latar belakang dokter. Selain itu, Suaminya Anggota DPRD Kabupaten Pandeglang membidangi kesehatan.  Ini memperjelas madulnya fungsi pengawasan dan control legislatif terhadap eksekutif,” tudingnya.

Baca Juga : Mahasiswa Pandeglang Kecewa, Anggota DPRD Slow Respon Menyikapi Ilham Bocah Pengidap Tumor

Sibro berharap pemerintah memfasilitasi dan dampingi masyarakat miskin pengidap penyakit kronis yang dirawat di luar daerah. (jir/joe)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here