Beranda Kab Tangerang MUI Gerah Maraknya Praktek Prostitusi di Citra Raya, Secara Islamic Center Tidak...

MUI Gerah Maraknya Praktek Prostitusi di Citra Raya, Secara Islamic Center Tidak Jauh Dari Lokasi

0
BERBAGI
KH. Nur Alam Jaelani, Sekretaris MUI Kab Tangerang/lensametro

TANGERANG; LENSAMETRO- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tangerang gerah dengan maraknya praktek prostitusi di kawasan Citra Raya, Kabupaten Tangerang.

Sekretaris MUI Kabupaten Tangerang KH. Nur Alam Jaenai mendesak aparat penegak hukum menutup ruko terselubung di kawasan Mardigras, Kelurahan Mekar Bakti, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang tersebut.

Baca Juga : Sambut New Normal, Prostitusi Online Marak di Citra Raya, Segini Tarifnya Gaes

“Harus diungkap, serta memberikan sanksi tegas kepada masyarakat yang melakukan prostitusi atau perzinahan ber-casing ruko dan panti pijat kesehatan di Mardigras,” ujar KH. Nur Alam Jaelani kepada lensametro.com, Rabu (10/06/2020).

Menurut Nur Alam, prostitusi merusak moral bangsa. Sehingga pihaknya menyerukan kepada masyarakat tidak melakukan bisnis tersebut dengan modus apapun.

“Teknologi digital seperti internet merupakan kemajuan teknologi yang bisa dibanggakan. Namun saya berharap kemajuan teknologi ini jangan disalahgunakan. Seperti adannya prostitusi online di Citra Raya,” ucap pria yang berkantor di Islamic Center, Citra Raya ini.

Ia berharap, masyarakat agar membantu aparat penegak hukum mengungkap perzinahan secara terselubung ini. “Tangkap sindikatnya dan bina pelakunya,” tegasnya.

Lanjut Nur Alam, Jika fenomena praktek prostitusi benar adanya, tentumtentu tantangan untuk disikapi bersama-sama demi memutus mata rantai permasalahan tersebut.

“Yang pasti kejadian ini sangatlah memprihatinkan, di saat pemerintah sedang gencar mengendalikan covid-19. Malah ada paraktek bisnis perzinahan,” tukasnya.

Baca Juga : Warga Perumahan Resah Maraknya Prostitusi di Citra Raya

Salah satu Imam besar Masjid Agung Al-amjad ini menambahkan, masalah prostitusi di Citra Raya harus disikapi serius oleh semua lapisan masyarakat. “Karena bukan hanya pemerintah dan ulama atau tokoh Agama. Tapi masyarakat dan lingkungan harus berperan,” pungkasnya. (joe)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here