Beranda Metropolitan Memang Sih, Bocah Penderita Tumor Wilm Pernah Dibantu Bupati Pandeglang Rp500 Ribu

Memang Sih, Bocah Penderita Tumor Wilm Pernah Dibantu Bupati Pandeglang Rp500 Ribu

0
BERBAGI

PANDEGLANG; LENSAMETRO – Ilham (2) bocah malang asal Mandalawangi penderita penyakit wilms tumor (nefroblastoma) yang sedang melakukan perawatan di RSAB Harapan Kita Jakarta Pusat DKI Jakarta.

Hadidi (46) orang tua Ilham di depan aktivis Keluarga Mahasiswa Mandalawangi (Kemangi) yang berkunjung di kediamannya mengaku, bantuan dari Pemkab Pandeglang tidak maksimal untuk pengobatan anaknya, Senin (01/06/2020).

Hadidi (46) menuturkan, bantuan dari pemerintah daerah yang atasnama Bupati Pandeglang dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang sebesar Rp500 ribu diserahkan oleh Kepala Puskesmas Mandalawangi pada tanggal 15 April 2020.

Sedangkan sumber bantuan lain yang berasal dari pribadi camat serta kepala puskesmas menurutnya tidak cukup untuk menutupi biaya operasional selama merawat anaknya.

“Total bantuan yang saya terima dari pemkab dan muspika sejumlah Rp1,5 juta. Selebihnya bantuan sembako saat saya melakukan isolasi mandiri karena saya dan keluarga diberikan status ODP Covid-19 oleh Puskesmas setelah pulang dari Jakarta tapi alhamdulillah hasilnya negatif,” Pungkasnya.

Hadidi mengaku merasa miris jika ada pihak yang mengklaim bahwa pengobatan Ilman sudah maksimal dilakukan oleh pihak-pihak tertentu.

Ia mengungkapkan, sekitar 3 bulan perjalanan yang dilakukan selama 7 kali pulang pergi Pandeglang ke RSAB Harapan Kita, dirinya hanya ditemani Relawan Sedekah Terbuka R Subali dan Istrinya.

“Kami mendapatkan perhatian justu dari Relawan Sedekah Terbuka yang difasilitasi oleh Pak R. Subali.  Adapun bansos dari pemerintah memang ada tapi sangat tidak mencukupi kebutuhan hidup dan biaya transportasi selama di Jakarta,” katanya.

Ia berharap, ada dana bantuan dari Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pandeglang, sebab iapia mengajukan. Namun sampai saat ini belum diterima.

“Sementara pengobatan ilham di RSAB masih membutuhkan waktu yang cukup lama,” ungkapnya.

Sementara, R Subali selaku pendamping pasien mengaku pihaknya konsen untuk persoalan kesehatan, khususnya bagi masyarakat kurang mampu tetapi memiliki penyakit kronis.

“Kondisi Ilham pada waktu itu harus ditangani secara cepat dan intensif, RSUD Berkah Pandeglang waktu itu mereferensikan rujukan ke RS Hermina Ciruas, saya cegah dan saya arahkan ke RSAB Harapan Kita Jakarta dan itu tidak melibatkan pihak Puskesmas,” katanya.

Namun menurutnya ada yang aneh dengan Pemkab Pandeglang saat mengetahui informasi baik langsung maupun melalui media sosial bahwa seolah-olah ini hasil perjuangan pemerintah dari mulai rujukan. (jir/joe)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here